Memutuskan untuk membeli Uninterruptible Power Supply (UPS) adalah langkah cerdas untuk melindungi investasi perangkat elektronik kamu dari kerusakan akibat pemadaman listrik mendadak atau tegangan yang tidak stabil. Namun, memilih UPS tidak boleh dilakukan sembarangan karena setiap tipe memiliki spesifikasi yang berbeda. Jika kamu salah pilih, bisa jadi UPS tersebut tidak mampu menopang beban perangkat atau justru cepat rusak karena kelebihan beban.
Langkah pertama yang paling krusial adalah mengetahui berapa besar daya yang dibutuhkan oleh perangkat yang akan kamu hubungkan ke UPS. Biasanya, kapasitas UPS dinyatakan dalam Volt Ampere (VA). Penting untuk kamu ketahui bahwa nilai VA tidak sama dengan Watt. Untuk mendapatkan performa yang optimal, pastikan kapasitas VA pada UPS lebih besar sekitar 20 hingga 30 persen dari total Watt perangkat kamu.
Misalnya, jika total daya komputer dan monitor kamu adalah 300 Watt, maka UPS dengan kapasitas 600VA hingga 700VA adalah pilihan yang aman. Jangan memaksakan beban yang mepet dengan kapasitas maksimal UPS agar komponen di dalamnya tidak cepat panas dan baterai lebih awet.
Tidak semua UPS bekerja dengan cara yang sama. Kamu perlu memahami tiga jenis utama yang beredar di pasaran agar sesuai dengan kebutuhan penggunaan kamu:
Kamu harus menentukan tujuan utama menggunakan UPS. Apakah kamu hanya butuh waktu 5 menit untuk menyimpan pekerjaan dan mematikan komputer dengan aman, atau kamu butuh waktu lebih lama untuk tetap bekerja? Semakin besar kapasitas baterai, semakin lama waktu cadangan (runtime) yang diberikan. Periksa spesifikasi teknis mengenai berapa lama UPS bisa bertahan pada beban penuh dan beban setengah agar kamu tidak kecewa saat listrik benar-benar padam.
Periksa bagian belakang UPS yang akan kamu beli. Pastikan jumlah lubang colokan atau outlet mencukupi untuk semua perangkat kamu. Beberapa UPS menyediakan outlet yang hanya berfungsi sebagai pelindung lonjakan arus (surge protection) tanpa cadangan baterai, dan ada juga yang menyediakan keduanya. Pastikan kamu menghubungkan perangkat paling penting ke outlet yang memiliki cadangan baterai.
Selain itu, carilah UPS yang memiliki fitur indikator baterai atau alarm suara. Fitur ini akan membantu kamu mengetahui kapan baterai perlu diganti atau kapan beban yang kamu berikan sudah terlalu berlebih. Memilih merek yang memiliki pusat layanan purna jual yang jelas juga sangat membantu kamu jika di kemudian hari memerlukan penggantian baterai original.
Beberapa UPS dengan kapasitas besar sering kali dilengkapi dengan kipas pendingin yang cukup bising. Jika kamu akan meletakkan UPS di dalam kamar tidur atau ruang kerja yang tenang, pilihlah model yang tidak menghasilkan suara berisik. Perhatikan juga dimensi fisiknya agar kamu bisa menatanya dengan rapi di bawah meja atau di dalam rak perangkat kamu tanpa mengganggu ruang gerak.
TAGS: UPS, Tips Membeli UPS, Elektronik, Perangkat Komputer, Stabilizer, Perlindungan Listrik, Hardware PC.