Spesialis jasa pasang CCTV, perluasan WiFi, dan perbaikan CCTV di Surabaya. Hubungi kami sekarang untuk keamanan dan kenyamanan Anda

Mau Beli UPS? Ini Hal yang Wajib Kamu Perhatikan

  • Beranda
  • Mau Beli UPS? Ini Hal yang Wajib Kamu Perhatikan

Memutuskan untuk membeli Uninterruptible Power Supply (UPS) adalah langkah cerdas untuk melindungi investasi perangkat elektronik kamu dari kerusakan akibat pemadaman listrik mendadak atau tegangan yang tidak stabil. Namun, memilih UPS tidak boleh dilakukan sembarangan karena setiap tipe memiliki spesifikasi yang berbeda. Jika kamu salah pilih, bisa jadi UPS tersebut tidak mampu menopang beban perangkat atau justru cepat rusak karena kelebihan beban.

Hitung Total Konsumsi Daya Perangkat

Langkah pertama yang paling krusial adalah mengetahui berapa besar daya yang dibutuhkan oleh perangkat yang akan kamu hubungkan ke UPS. Biasanya, kapasitas UPS dinyatakan dalam Volt Ampere (VA). Penting untuk kamu ketahui bahwa nilai VA tidak sama dengan Watt. Untuk mendapatkan performa yang optimal, pastikan kapasitas VA pada UPS lebih besar sekitar 20 hingga 30 persen dari total Watt perangkat kamu.

Misalnya, jika total daya komputer dan monitor kamu adalah 300 Watt, maka UPS dengan kapasitas 600VA hingga 700VA adalah pilihan yang aman. Jangan memaksakan beban yang mepet dengan kapasitas maksimal UPS agar komponen di dalamnya tidak cepat panas dan baterai lebih awet.

Kenali Jenis UPS Sesuai Kebutuhan

Tidak semua UPS bekerja dengan cara yang sama. Kamu perlu memahami tiga jenis utama yang beredar di pasaran agar sesuai dengan kebutuhan penggunaan kamu:

  • Offline atau Standby

    Jenis ini adalah yang paling ekonomis. UPS ini hanya akan bekerja saat listrik padam. Cocok untuk penggunaan rumahan ringan atau perangkat yang tidak terlalu sensitif terhadap fluktuasi tegangan.
  • Line Interactive

    Tipe ini sudah dilengkapi dengan pengatur tegangan otomatis (AVR). Jika listrik di rumah kamu sering naik turun tanpa padam sepenuhnya, jenis ini sangat disarankan agar perangkat elektronik kamu tetap menerima tegangan yang stabil.
  • Online Double Conversion

    Ini adalah jenis kasta tertinggi yang biasanya digunakan untuk server atau alat medis. Listrik yang dikeluarkan selalu stabil karena melewati proses konversi ganda, sehingga tidak ada jeda waktu perpindahan saat listrik padam.

Perhatikan Waktu Cadangan Baterai

Kamu harus menentukan tujuan utama menggunakan UPS. Apakah kamu hanya butuh waktu 5 menit untuk menyimpan pekerjaan dan mematikan komputer dengan aman, atau kamu butuh waktu lebih lama untuk tetap bekerja? Semakin besar kapasitas baterai, semakin lama waktu cadangan (runtime) yang diberikan. Periksa spesifikasi teknis mengenai berapa lama UPS bisa bertahan pada beban penuh dan beban setengah agar kamu tidak kecewa saat listrik benar-benar padam.

Ketersediaan Fitur dan Jumlah Outlet

Periksa bagian belakang UPS yang akan kamu beli. Pastikan jumlah lubang colokan atau outlet mencukupi untuk semua perangkat kamu. Beberapa UPS menyediakan outlet yang hanya berfungsi sebagai pelindung lonjakan arus (surge protection) tanpa cadangan baterai, dan ada juga yang menyediakan keduanya. Pastikan kamu menghubungkan perangkat paling penting ke outlet yang memiliki cadangan baterai.

Selain itu, carilah UPS yang memiliki fitur indikator baterai atau alarm suara. Fitur ini akan membantu kamu mengetahui kapan baterai perlu diganti atau kapan beban yang kamu berikan sudah terlalu berlebih. Memilih merek yang memiliki pusat layanan purna jual yang jelas juga sangat membantu kamu jika di kemudian hari memerlukan penggantian baterai original.

Pertimbangkan Ukuran dan Kebisingan

Beberapa UPS dengan kapasitas besar sering kali dilengkapi dengan kipas pendingin yang cukup bising. Jika kamu akan meletakkan UPS di dalam kamar tidur atau ruang kerja yang tenang, pilihlah model yang tidak menghasilkan suara berisik. Perhatikan juga dimensi fisiknya agar kamu bisa menatanya dengan rapi di bawah meja atau di dalam rak perangkat kamu tanpa mengganggu ruang gerak.

TAGS: UPS, Tips Membeli UPS, Elektronik, Perangkat Komputer, Stabilizer, Perlindungan Listrik, Hardware PC.
Back To Top