Spesialis jasa pasang CCTV, perluasan WiFi, dan perbaikan CCTV di Surabaya. Hubungi kami sekarang untuk keamanan dan kenyamanan Anda

Cara Bikin CCTV Lebih Awet: Panduan Praktis Supaya Kamera Tahan Lama & Minim Gangguan

  • Beranda
  • Cara Bikin CCTV Lebih Awet: Panduan Praktis Supaya Kamera Tahan Lama & Minim Gangguan

CCTV sering dianggap perangkat “pasang lalu lupa”. Padahal, umur pakai kamera sangat dipengaruhi oleh cara pemasangan, lingkungan, dan perawatan. Banyak kasus CCTV cepat rusak bukan karena kualitas jelek, tapi karena instalasi dan proteksinya kurang tepat.

Berikut panduan lengkap dan praktis supaya CCTV kamu lebih awet, stabil, dan jarang bermasalah.

1. Kenapa CCTV Cepat Rusak?

Umumnya penyebab kerusakan CCTV berasal dari:

  • Panas & hujan langsung
  • Tegangan listrik tidak stabil
  • Kabel dan konektor lembap
  • Debu dan serangga masuk housing
  • Penyimpanan (HDD/NVR) overheat
  • Instalasi asal tempel tanpa proteksi

Artinya: lingkungan dan kelistrikan = faktor kunci umur CCTV.

2. Gunakan Posisi Pasang yang “Dilindungi”, Bukan Sekadar Strategis

Asumsi umum yang keliru: makin terbuka makin luas sudut pandang = makin bagus.

Padahal terlalu terbuka mempercepat kerusakan.

Praktik yang lebih tahan lama:

  • Pasang di bawah dak / atap / kanopi
  • Hindari matahari & hujan langsung
  • Jangan menghadap langsung ke arah panas ekstrem
  • Sisakan ventilasi udara di sekitar kamera
  • Jika memang harus outdoor full exposure → gunakan housing weatherproof tambahan

3. Stabilkan Sumber Listrik (Ini Sering Diabaikan)

Lonjakan dan drop tegangan adalah “pembunuh diam-diam” perangkat CCTV.

Solusi:

  • Pakai adaptor berkualitas, bukan murahan
  • Gunakan UPS untuk DVR/NVR
  • Tambahkan surge protector / stabilizer
  • Hindari satu adaptor untuk terlalu banyak kamera

Logikanya sederhana: elektronik paling sensitif terhadap listrik yang tidak stabil.

4. Lindungi Kabel & Konektor dari Air dan Oksidasi

Banyak kerusakan bukan di kamera — tapi di sambungan.

Langkah penting:

  • Gunakan pipa conduit / duct kabel
  • Tutup konektor dengan isolasi + waterproof tape
  • Jangan biarkan konektor menggantung
  • Hindari sambungan di area lembap
  • Untuk outdoor → pakai junction box
  • Air + konektor = korosi = sinyal drop = kamera mati.

5. Bersihkan Lensa Secara Berkala

Masalah yang sering disangka “kamera jelek” ternyata cuma lensa kotor.

Debu, uap air, sarang laba-laba, dan jamur bisa:

  • Mengaburkan gambar
  • Mengganggu night vision IR
  • Menurunkan ketajaman

Perawatan:

  • Bersihkan tiap 1–2 bulan
  • Gunakan kain microfiber
  • Jangan pakai cairan keras

6. Jaga Suhu DVR / NVR dan Harddisk

Unit recorder sering diletakkan di tempat tertutup → panas → cepat rusak.

Prinsip dasar:

Elektronik + panas berlebih = umur pendek

Solusi:

  • Simpan di tempat berventilasi
  • Jangan ditumpuk
  • Tambahkan kipas kecil jika perlu
  • Jangan dalam box tertutup rapat

7. Setting Rekaman yang Masuk Akal

Asumsi tersembunyi: resolusi maksimal + rekam nonstop = paling aman.

Tidak selalu — justru mempercepat keausan harddisk.

Alternatif:

  • Gunakan motion detection record
  • Atur bitrate wajar
  • Pakai overwrite otomatis
  • Gunakan HDD khusus surveillance

8. Gunakan Perangkat Sesuai Kelas Kebutuhan

Jika area:

  • Outdoor → pilih kamera IP66/IP67
  • Panas → pilih casing metal
  • 24 jam rekam → HDD surveillance grade

Murah di awal sering mahal di perbaikan.

9  Checklist Perawatan Sederhana (Bisa Kamu Jadikan SOP)

✔ Cek gambar semua kamera

✔ Bersihkan lensa

✔ Cek konektor

✔ Cek suhu recorder

✔ Cek kapasitas storage

✔ Pastikan tidak ada kabel terkelupas

Back To Top